Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap ?
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (Shahih Muslim. No. 7500).
Menyikapi sesuatu hal ternyata bisa dengan bersabar, bersyukur dan ikhtiar (untuk keluar dari masalah) sekaligus. Ketika sesorang menderita miopi misalnya, ia bersabar dan menerima akan ketentuan Allah. Kemudian ketika menjumpai orang lain yang lebih parah penglihatannya, ia pun bersyukur karena ia tidak lebih buruk dari yang dialami orang tersebut. Namun, ternyata ia tak cukup sampai di sini, ia pun bermimpi untuk mengobati miopnya dengan operasi. Apakah usahanya untuk berobat dikatakan sebagai orang yang tidak bersabar dan tidak bersyukur?
Sungguh menggelikan ketika ada orang yang mengatakan bahwa para aktifis yang ingin mendirikan kembali Khilafah Islamiyah sebagai bentuk tidak mensyukuri kehidupan yang Allah berikan saat ini.
Sungguh menggelikan pula ketika ada orang yang mengatakan bahwa para aktifis yang ingin mendirikan kembali Khilafah Islamiyah merupakan orang-orang yang tidak mau bersabar. Pertanyaannya adalah sampai kapan harus bersabar?




Recent Comments