Home > Doctor4Khilafah > Dibalik Logo Ular, Piala dan Palang Merah

Dibalik Logo Ular, Piala dan Palang Merah

Dalam Sirah Nabawiyah disebutkan Nabi menggantikan nama-nama dan istilah-istilah yang berbau Jahiliyah dengan nama-nama dan istilah-istilah yang Islami. Lambang Bulan Sabit sudah digunakan untuk penyebaran Islam. Begitupula pada masa Umar bin Khatab. Sampai sekarang, di beberapa negeri Islam, Lambang BULAN SABIT MERAH menjadi simbol bagi lembaga amal atau sosial, rumah sakit, balai pengobatan dan sarana kesehatan lainnya.

Upaya kaum Nasrani untuk memurtadkan umat Islam melalui pelayanan kesehatan dan pengobatan telah lama dilaksanakan. Atas nama kemanusiaan dengan mudah mereka mendapatkan izin mendirikan rumah sakit. Mereka begitu bersemangat menunaikan misinya ini. Aksesoris salib dan palang merah selalu menghiasi setiap aksi mereka. (AD.el.Marzdedeq,DIM.Av)

Henri Dunant (1828-1910), seorang dokter berkebangsaan Swiss. Ia seorang penginjil yang gigih menyebarkan agamannya melalui lembaga sosial dan merupakan salah seorang penggagas konvensi Jenewa (1862). Ia dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1901 atas jasa-jasanya meletakkan dasar organisasi sedunia untuk menolong korban peperangan yang mayoritas anak-anak dan perempuan. Maka ditetapkanlah di Jenewa organisasi sedunia yang dibangun Henri Dunant tersebut dengan lambang “PALANG MERAH” yang diambil dari Salib Suci Katolik, yang artinya “Kasih Yesus Tidak Mengenal Perbedaan Bangsa”. (W.D. Velikoretsky : History of Medicine 79).

Dari Aisyah radhiallahu anha : “Sesungguhnya Rasulullah tidaklah membiarkan di rumahnya sesuatu pun yang menyerupai salib-salib, melainkan diubahnya dan dibatalkannya.” (HR. Bukhari)

Ilmu kedokteran semakin maju seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pihak “Barat” mengklaim bahwa ilmu kedokteran berasal dari barat sebagaimana di tulis Steve Parker dalam bukunya, Ilmu Kedokteran. Diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta. hlm.20. sbb : “Banyak dari pengetahuan kedokteran barat yang berkembang bersama kebudayaan Mesir Yunani, dan Romawi. Ketika kejayaan kekaisaran Romawi memudar, pengetahuan ini menghilang dari Eropa dan berpindah ke Afrika Utaradan Timur Tengah. Berkat terjemahaanya dalam bahasa Arab, terutama di pusat-pusat kebudayaan Islam seperti Baghdad, Kairo dan Kordoba pengetahuan kedokteran terselamatkan bahkan menjadi kian lengkap. Pada abad ke-12 para sarjana Eropa mulai menerjemahkan kembali kitab-kitab tersebut dari bahasa Arab ke bahasa Latin, dan pengetahuan kedokteran kuno pun kembali ke Eropa” (dr. Harry Rayadi,MARS.Av)

Pada umumnya kedokteran Yunani dan Romawi purba terikat dengan penyembahan pada dewa-dewa, terutama pada dewa-dewa Olympus. Pada zaman kemajuan, zaman serba modern seperti sekarang ini, di mana pengkajian dan penelitian serba ilmiah, ahli-ahli kedokteran modern masih tetap mempertahankan istilah-istilah dan lambang-lambang yang diambil dari nama-nama dan lambang-lambang keagamaan Yunani dan Romawi Purba.

Sampai saat ini dikalangan umat Islam, bahkan pada umumnya masih berbangga diri menggunakan nama, istilah, dan lambang jahiliyah dari kemusyrikan Yunani dan Romawi. Diantaranya :
1. Aeculapus : Dewa obat-obatan dalam wujud ular
2. Hygeia : Dewi kesehatan

Lambang-lambang :
1. Piala dan ular : Lambang Aeculapus (Dewa obat-obatan dalam wujud ular) yang hendak minum air kehidupan dalam piala, tetapi tidak sampai.
2. Tongkat dan ular : Lambang Aeculapus
3. Tanda “R”, Recipe-Recipere, berarti diberikan atau diambilkan.

Semua lambang ini berasal dari “lambang Altar” Dewa Jupiter atau Zeus Pater. Lambang ini dianggap sebagai azimat penangkal dan induk penyembuhan. Tabib-tabib Yunani biasa menuliskannya pada resep, yang artinya : “Semoga Dewa Jupiter segera memberi kesembuhan”
Nabi sangat membenci semua upacara atau semua istilah atau semua lambang yang berasal dari adat agama Jahiliyah atau dari Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah merusak wasiat Nabinya dan telah mengambil agama lain sebagai penghias bid’ahnya itu” (Syekh Utsman Kurki. Syarah Thibbun Nabiy : 396)

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhu sesungguhnya telah bersabda Nabi shalallaahu alaihi wassalam : Sesungguhnya yang lebih membangkitkan kemurkaan Allah ada 3 perkara, yakni bersengaja dalam haram, mengharap berlaku “Sunnah Jahiliyah” dalam Islam, dan seorang pencari darah seseorang dengan tidak sebenarnya untuk mengeluarkan darahnya itu. (HR. Bukhari)

Dikutip dari makalah yang berserakan :

  1. Kedokteran Islam, BAI-LDF FK Unissula (Masjid Unissula)
  2. Fenomena Aplikasi Tauhid di Lapangan Medis-Paramedis. BEM FK Unissula (FK Unissula, 3 Februari 2007)
  3. Diskusi Interaktif. Dept. Kedokteran Islam BEM FK Unissula (FK Unissula, 29 September 2007)
Categories: Doctor4Khilafah
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: