Home > Coass Story > [Koass Story] Teriakan Pertama Kelahiran Dibalik Tikaman Syaitan

[Koass Story] Teriakan Pertama Kelahiran Dibalik Tikaman Syaitan

babyBagian Obstetry Gynecology atau yang disingkat obsgyn, tentu tidak asing lagi. Di sinilah salah satu station RS yang memang disediakan untuk bersalin bagi bumil. Setiap hari ada saja kelahiran manusia baru. Stase yang cukup manarik. Kesakitan, kesedihan dan rintihan seorang pasien dapat berubah dalam sekejap menjadi keriangan dan kegembiraan tatkala bayi yang dinantikan lahir dengan selamat. Meskipun ada juga yang tetap bertahan dalam kesedihan ketika sang bayi yang dinantikan lahir tidak selamat.

Setiap ada kelahiran baru dan setelah bayi mendapatkan perlakuan khusus oleh rekan sejawat koass anak, dan dirasa sudah “aman”, mereka memanggilkan sang ayah untuk mengadzani bayi yang baru lahir tadi. Itulah rutinitas setiap kali ada bayi baru lahir. Saya menganggapnya hal yang biasa karena meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai derajat hadits tentang hal ini.

Bayi yang lahir menangis menjadi indikator bahwa bayi dalam keadaan sehat. Ya, sehat karena tidak ada sumbatan dalam pernapasannya, adanya kemampuan menarik napas dan reflek-reflek lainnya. Namun di lain sisi, ternyata tangisan bayi pada awal jeritan adalah karena tikaman syaitan. Inilah redaksi haditsnya : Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Teriakan bayi  ketika baru saja lahir adalah tikaman dari syaitan” (HR. Bukhari dan Muslim). Menikam artinya melontarkan kata-kata buruk kepadanya (Imam Nawawi, Syarah Muslim).

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu kiranya saya tegaskan bahwa tulisan ini tidak bermaksud menghubung-hubungkan antara tikaman syaitan pada awal kelahiran bayi dengan perintah adzan di telinga bayi. Saya tidak memiliki kredibilitas dalam bidang hadits. Jadi pembacaa dimohon untuk tidak menghubung-hubungkan. Kalo memang ternyata ada hubungannya saya tidak tahu. Kalo pun ternyata tidak ada hubungannya saya juga tidak tahu. Wallaahu a’lam.

“Tepat dan pas” itu yang saya rasakan. Allah menurunkan syariat ini kepada kita, dan ternyata sangat sesuai dengan fisiologi manusia.

Pancaindera pendengaran sejak saat lahir sudah berfungsi dengan baik. Berbeda dengan mata. Dalam ilmu kedokteran panca indera penglihatan yang kita kenal dengan mata pada awal-awal kehidupan manusia belum berfungsi dengan baik. Bulan berikutnya sedikit demi sedikit kemampuan melihatnya bertambah, dan itupun hanya pada jarak tertentu. Fase-fase melihat dijelaskan dengan gamblang pada Ilmu Mata karya Prof. Sidarta yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran UI. Maaf, di sini bukan tempatnya membahas fisiologi mata🙂

Hadits mengenai adzan ditelinga bayi yang dimaksud yaitu :

Dari Abu Rafi’ (bekas pembantu Rasulullah SAW) ia berkata : “Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan adzan seperti untuk shalat di telinga Hasan bin Ali ketika baru saja dilahirkan oleh Fathimah RA.” (Dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Baihaqi, Imam Thabrani, Imam Ahmad, Imam Hakim dan Imam al Baghawi). Imam Hakim berkata, “Hadits shahih tetapi Imam Bukhari dan Imam Muslim tidak mengeluarkannya”. Imam Tirmidzi mengatakan, “Ini hadits Hasan Shahih”. Sedangkan Imam Ibnul Qayyim mendhaifkannya. Namun setelah ada 2 hadits pendukung lewat jalur Ibnu Abbas, akhirnya beliau menganjurkan untuk mengamalkannya (menyunnahkannya).

Categories: Coass Story
  1. tomy
    August 8, 2011 at 11:56 pm

    wkwkwk…ehmm baca sidharta juga yha bang??

    • August 9, 2011 at 6:31 am

      Yo mesti,,, Lagi koass mata kan ente bacane buku abang. Aku kan kitabnya buku ijo. Buku resmi departemen mata FKUI🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: