Home > Coass Story > [Koass Story] Ketika Aku Menjadi Dokter di Puskesmas Genuk

[Koass Story] Ketika Aku Menjadi Dokter di Puskesmas Genuk

stetoskopIni kisahku saat menjadi dokter di Puskesmas Genuk :

Ada bapak-bapak yang saat itu arus balik (atau mudik ya? lupa aku) dalam perjalanan ke kudus, tetapi diberhentikan oleh pihak bus dan diturunkan di pos polisi. Oo… ternyata bapak-bapak itu sakit. Kemudian polisi itu pun mengantar bapak itu ke puskesmas terdekat. Pada saat itu di puskesmas genuk, dokter B ke lantai 1 ada program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan calon haji. Kedua temanku dan dokter C sedang di ruang tindakan menangani bocah yang patah jari kelingkingnya karena menendang batu (main bola tapi yang ditendang batu). Dokter A cuti. Sedangkan di ruang Balai Pengobatan (BP) hanya aku sendiri. Masuklah pak polisi dan hormat kepadaku dengan wajah yang bersahabat dan meminta pertolongan. Ga biasanya polisi begini. hihihi… kalo lagi operasi di jalan, Mimik wajahnya ga begini. Waktu aku dulu ngurus SKCK sebelum masuk perguruan tinggi juga bu polisi juthek-juthek. Tapi kali ini beda banget.. Why? Karena legi butuh pertolongan. Buat bapak-bapak dan ibu-ibu polisi, kalo lagi dimintai tolong sama warga, yang baik donk! Jangan juthek ^^

Kisah lainnya…

Saat saya melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada salah seorang pasien, saya mendapatkan hasil yang tidak diharapkan. Tekanan darah di atas 200 mmHg. Kemudian saya menasihati, “Pak, kurangi yang asin-asin, jangan makan daging kambing, dan…” sebelum saya selesai menasihati, pasien tersebut memotong, “Masa sudah tua ga boleh makan kambing, ga boleh asin-asin.. Kalo mati yasudah gpp. hahaha…” dengan PeDenya ia mengatakan demikian. Saya menengok ke dokter senior, beliau hanya senyum. Saya pun ga habis pikir. Langsung saya tulis resep dan saya serahkan resep itu ke pasien. “Ini pak resepnya, jaga kesehatannya pak”

Kisah lainnya lagi…

Saya menerima permintaan dari seorang ibu-ibu, “dok, minta obat penambah nafsu makan”. Mendengar permintaan ibu itu, aku tak tahu harus meresepi apa (Ga tahu stok obat beginian di Puskesmas), kemudian aku pun konsul kepada dokter senior di sini. “Maaf dok, ada yang minta obat penambah nafsu makan. Enaknya dikasih apa ya?”. Kemudian beliau menjawab, “Kasih sate sama gule saja”. Gubrakkk… hahaha…

Puskesmas Genuk memiliki 2 Puskesmas Pembantu (Pustu). Setiap Puskesmas diisi oleh 2 dokter muda kecuali Puskesmas yang berada di Jl. Gebang Anom, hanya diisi 1 dokter muda di sana. Cukup menyenangkan karena staff-nya baik-baik.

Categories: Coass Story
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: