Home > Leaflet > Hindari Stroke Dengan Gaya Hidup Sehat

Hindari Stroke Dengan Gaya Hidup Sehat

Apa itu STROKE ?

Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi mendadak akibat pasokan darah ke suatu bagian otak terganggu. Bisa disebabkan karena sumbatan, atau akibat pecahnya pembuluh darah di otak.

Otak merupakan organ tubuh yang paling kompleks. Otak mengendalikan aktivitas fisiologis seperti detak jantung, sistem pernapasan, system pencernaan, system gerak, ingatan, suasana hati dan lain-lain. Otak merupakan pusat kendali untuk bernapas, bergerak, berbicara, berpikir dan emosi.

Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan tersebut.

Menurut data WHO, stroke merupakan salah satu dari 3 besar penyebab kematian di dunia setelah kanker dan penyakit jantung.

Penderita stroke yang dapat diselamatkan, kadang mengalami kelumpuhan pada anggota badannya, menghilangnya sebagian ingatan, menghilangnya kemampuan bicaranya, dan lain sebagainya. Belakangan ini stroke makin populer dengan istilah Serangan Otak. Istilah ini sepadan dengan istilah yang sudah dikenal luas, “serangan jantung”.

Apa Faktor Risiko STROKE ?

Penyebab utama stroke diantaranya yaitu karena pola makan yang buruk. Secara ringkas, faktor risiko stroke yaitu :

    1. Darah tinggi (hipertensi)
    2. Kencing manis (Diabetes Mellitus)
    3. Hiperkolesterol
    4. Merokok, alcohol, dsb

Apa saja gejala STROKE ?

      1. Terjadi secara mendadak
      2. Lemah pada lengan dan tungkai
      3. Gangguan berbicara
      4. Sakit kepala

Hindari STROKE dengan Gaya Hidup Sehat !

      1. Tidak merokok dan anti alkohol
      2. Rutin memeriksa tekanan darah. Bagi yang memiliki riwayat hipertensi, harus menjaga tekanan darahnya dengan tidak makan makanan yang asin-asin, daging kambing dsb, selain itu mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
      3. Bagi yang memiliki riwayat kencing manis, harus menjaga kadar gulanya dengan tidak makan makanan yang manis-manis.
      4. Periksa kadar kolesterol dalam tubuh. Jika kolesterol tinggi, maka segeralah untuk menurunkannya dengan memilih makanan rendah kolesterol. Agar kolesterol dalam tubuh tidak berlebihan
      5. Olahraga dilakukan secara teratur 2 hari sekali. Jalan minimal 30 menit sehari, atau olahraga bersepeda, badminton, lari, dsb.

Oleh : Yanuar Ariefudin
Pembimbing :
dr. Istiqomah, Sp.S
dr. Noorjanah, Sp.S
Disampaikan saat penyuluhan Ilmu Saraf
RSUD Tugurejo Semarang

– Bagi yang ingin leafletnya (tapi print sendiri ya) klik di sini

Categories: Leaflet
  1. December 16, 2011 at 9:42 am

    Terimaksih untuk infonya yang sangat bermanfaat
    dengan membaca artikel ini jadi ingin lebih menjaga kesehatan diri sendiri…

    sukses ya…
    Baju Bali

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: