Home > Seputar Vaksin > Kampanye Hitam Anti Vaksin Tidak Memuaskan Akal

Kampanye Hitam Anti Vaksin Tidak Memuaskan Akal

Argumen-argumen yang diusung oleh gerakan anti vaksin sangat tidak memuaskan akal. Mengapa? Tulisan-tulisan yang diketengahkan hanya sebuah argumen-argumen ngawur, lebay dan sangat terkesan asal-asalan. Sesuatu yang sederhana dibesar-besarkan dan didramatisir sehingga nampak spektakuler.

Kekhawatiran ini mirip yang terjadi pada gerakan anti-vaccinationist di Eropa abad-19 yang menolak vaksinasi dengan alasan keagamaan.  Namun secara objektif-medis, kekhawatiran ini tidak beralasan.  Meskipun Amerika Serikat melakukan politik penjajahan yang keji di negeri-negeri muslim, namun vaksin yang diberikan dalam program PIN itu juga vaksin yang dipakai di AS atau negara-negara maju lainnya.  Semua ilmuwan (terutama ahli biokimia atau farmasi) dapat menguji apakah di dalam vaksin tersebut ada zat-zat berbahaya atau tidak.  Bahwa di sejumlah negara program vaksinasi tidak lagi dilakukan secara massal, itu karena kasus penyakit tersebut di sana sudah sangat jarang akibat membaiknya mutu gizi, sanitasi dan lingkungan.  Namun di sejumlah negara bagian di AS, vaksinasi lengkap masih merupakan syarat seorang anak masuk Sekolah Dasar.  Dan di militer, semua prajurit wajib diimunisasi sebelum dikirim ke medan perang.

Karena itu, asal menolak vaksinasi – dengan alasan politis-ideologis semata, dan tidak didasarkan pada kebenaran objektif, justru bukan tindakan syar’i yang tepat, tetapi adalah tindakan gegabah yang tidak bertanggungjawab.

Dalam Daulah Islam, negara harus menjadikan masalah kesehatan sebagai salah satu fokus maqashidus syari’ah, yaitu perlindungan jiwa.  Negara harus mengembangkan sistem kesehatan yang komprehensif.  Dalam sistem ini, upaya preventif (pencegahan) jauh lebih utama dan juga lebih murah dari upaya kuratif (pengobatan).  Vaksinasi atau imunisasi adalah salah satu upaya preventif.  Dalam hal apapun.  Bahkan juga dalam hal aqidah / ideologi. (Fahmi Amhar)

Tulisan ini hanya mencoba mengetengahkan argumen-argumen gerakan anti vaksin yang tidak punya mutu dan terlihat asal-asalan :

“Autism terjadi akibat vaksin”

Tanggal 5 Januari 2011, jadi belum lama ini, British Medical Jurnal menerbitkan serangkaian 3 artikel dan editorial yang menuduh bahwa studi yang dipublikasikan di The Lancet pada tahun 1998 oleh Andrew Wakefield dkk yang menghubungkan antar vksinasi MMR dengan autism dan kerusakan usus/otak bukan saja sebagai  ilmu yang salah/menyesatkan,  tapi “suatu penipuan”. Menurut artikel pertama yang diterbitkan pada BMJ hari itu oleh reporter investigasi Brian Deer, peneliti Wakefield mengubah dan memalsukan catatan medis dan fakta, menyalah-interprestasikan informasi kepada keluarga, dan memperlakukan 12 anak yang terlibat secara tidak etis. Selain itu, Mr Wakefield juga menerima jasa konsultasi dari pengacara yang sedang menyusun gugatan terhadap produsen vaksin, dan banyak dari peserta penelitian merupakan rujukan dari organisasi antivaccine.

Brian Deer melakukan investigasi pertamanya terhadap artikel Wakefield pada tahun 2004 untuk Sunday Times di London dan sebuah jaringan televisi Inggris. Atas dasar temuan-nya itu, GMC’s menyelenggarakan Sidang pada tahun 2007 dan mendengar kesaksian dari 36 saksi selama jangka waktu dua setengah tahun. Dan hasilnya ? Sidang menyatakan bahwa metode penelitian Mr Wakefield tidak benar dan ia dinyatakan telah melanggar aturan dalam etika penelitian. Lima hari setelah pernyataan GMC, The Lancet mencabut artikel tersebut.

(Source: Autism and MMR Vaccine Study an ‘Elaborate Fraud,’ Charges BMJ. Url link http://www.medscape.com/viewarticle/735354)

“Sebelum ada vaksinasi, tidak ada penyakit kanker”

Penyakit kanker sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno (http://www.news-medical.net/health/Cancer-History.aspx), sedang vaksinasi baru ditemukan tahun 1796 oleh Edward Jenner, dkk.

“Thimerosal/merkuri, Aluminium, dan MSG Bahan Berbahaya di Dalam Vaksin”

Penggunaan thimerosal, yang berbasis mercury. Thimerosal adalah zat pengawet vaksin. Namun karena mengandung mercury (logam berat), maka banyak memicu protes. Diduga sebagai salah satu pemicu autisme / masalah-masalah lainnya.

Betul. Thimerosal memiliki kandungan merkuri. Tepatnya adalah etil merkuri. Yang jadi masalah, dasar dugaan bahwa thimerosal berbahaya mengacu pada sifat yang dibawa oleh metil merkuri. Kedua organomerkuri ini berbeda dalam sifat.

Cuplikan tulisan dr. Tonang Ardyanto, Keamanan Thimerosal dalam Vaksin :

Jurnal Toxicological Sciences [[4]] melaporkan konsentrasi thimerosal untuk menimbulkan efek toksik adalah antara 405 µg/l – 101 mg/l atau setara dengan kadar merkuri 201 µg/l – 50 mg/l. Sedang bila dihitung rata-rata, bayi berumur 6 bulan mendapat akumulasi paparan merkuri maksimal dari vaksinasi sebesar 32 – 52 µg/kg berat badan. Pada perhitungan lebih rinci, angka ini hampir 4 kali lipat lebih rendah dari batas minimal tersebut. Tetapi masih belum jelas apakah paparan dosis rendah dalam jangka panjang akan mempengaruhi tingkat toksisitasnya.

Hal ini memperkuat dugaan Magos bahwa etil klorida mulai menimbulkan risiko bila kadar dalam darahnya 1 µg/ml (1000 µg/l)[[13]]. Metil merkuri lebih cepat menimbulkan risiko karena ada mekanisme transmisi aktif difasilitasi oleh suatu asam amino sehingga cepat menembus sawar darah otak (blood bran barrier). Sementara etil merkuri, di samping tidak memiliki mekanisme transmisi aktif tersebut, juga berukuran molekul lebih besar dan didekomposisi lebih cepat daripada metil merkuri [[14]]

Aluminium dan MSG

Berikut sedikit dari WHO dan FDA (Food and Drugs Administration– LP POM-nya Amerika Serikat)

The Global Advisory Committee on Vaccine Safety reports no evidence of a health risk from aluminium-containing vaccines

At present there is no evidence of a health risk from aluminium-containing vaccines or any justification for changing current vaccination practices. The Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) suggests more research is required to determine if there are links between macrophagic myofasciitis (MMF) and aluminum-containing vaccines.

(http://www.who.int/vaccine_safety/topics/aluminium/statement_112002/en/index.html)

Why is aluminum in some vaccines?

Aluminum salts are incorporated into some vaccine formulations as an adjuvant to enhance the immune response in the vaccinated individual.  The aluminum salts in some U.S. licensed vaccines  are aluminum hydroxide, aluminum phosphate, alum (potassium aluminum sulfate), or  mixed aluminum salts.  For example: aluminum salts are used in DTaP vaccines, the pneumococcal conjugate vaccine, and  hepatitis B vaccines.

Aluminum adjuvant containing vaccines have a demonstrated safety profile of over six decades of use and have only uncommonly been associated with severe local reactions. Of note, the most common source of exposure to aluminum is from eating food or drinking water. (http://www.fda.gov/BiologicsBloodVaccines/SafetyAvailability/VaccineSafety/ucm187810.htm)

“ASI Imunisasi Alami”

ASI (terutama yang kolostrum) mengandung IgA, koomplemen, dll dalam jumlah tinggi, (dibanding pada serum) yang dapat melindungi bayi terutama pada usus sebagai mukosa agar terlindung dari bakteri-bakteri tertentu, namun kerjanya sebagian besar non spesifik, dan tidak semua benda asing dapat dilawan oleh imun dalam ASI, berbeda dengan vaksin, dia memiliki sifat spesifik, kerjanya adalah mengefisienkan kerja imun (bukan sebagai obat penghilang virus), lebih tepatnya antibodi generator.

Prinsip sistem imun itu adanya “pengenalan” self-non self(bedakan mana benda asing atau bukan), “spesifik” dengan mengenali pengenal khas benda asing, dan “ingatan” untuk respon sekunder.

Seorang anak yang tanpa vaksin dan tiba-tiba terinfeksi virus misalnya, untuk membentuk antibodi bisa sampai 3-7 hari disertai inflamasi (peradangan) disertai demam untuk melokalisasi infeksi, anak bisa selamat saat bisa melewati masa kritis ini, dan itu harus disertai pengobatan dan nutrisi yang optimal (protein termasuk bahan baku pembuatan antibodi).

(Bersambung bagian 2, insya Allah)

Dikutip dari :

1. http://www.facebook.com/notes/nurisma-fira/ada-kampanye-hitam-larang-vaksinasi/10150265085760689

2. http://www.facebook.com/notes/nurisma-fira/vaksinasi-surat2tanggapan2-syabbah/10150269863330689

3. http://www.facebook.com/notes/nurisma-fira/jatim-wabah-difteri-gratis-vaksinasi-dpt-pendapat-ust-shiddiq-al-jawi-dan-prof-f/10150337822890689

4. http://www.facebook.com/notes/nurisma-fira/thimerosalmerkuri-aluminium-dan-msg-di-dalam-vaksin-tanggapan-utk-syabbah/10150355693825689

Saturday, 29 October 2011

Yang saya anggap aneh adalah hal-hal yang tidak BERSENTUHAN dengan HUKUM. Saya TIDAK MEMPERMASALAHKAN MASALAH HUKUM (Apakah vaksin mubah, makruh, haram). Masalah hukum itu tergantung dari pendapat ulama yang ditabani (diadopsi) oleh masing-masing individu. Terima Kasih.

Categories: Seputar Vaksin
  1. nonhizbuttahrir
    February 27, 2012 at 4:51 pm

    Sama dong! Kampanye Hizbut Tahrir juga tidak memuaskan akal…

  2. rea
    December 7, 2012 at 4:19 pm

    ..benarkah dr wakefield menyatakan ada hubungan LANGSUNG antara vaksin mmr dan autisme dalam jurnal penelitiannya, atau itu rekaan brian deer yg membesar2kan isu itu?
    saat ini, sedikitnya ada 28 studi independen yg memperkuat hasil riset wakefield dkk.

    penjelasan ini juga tidak masuk akal. wong fda aja membolehkan rokok yang sudah jelas bahayanya diedarkan, apalagi vaksin yang digadang2 sebagai obat.

    vaksin itu sangat bagus untuk kelangsungan bisnis pabrik farma. big pharma, perawat penyakit nomor wahid😉

    • rea
      December 7, 2012 at 4:29 pm

      ow, maksud saya, vaksin sbg pencegah penyakit yg paling diandalkan.

      ‘Bahwa di sejumlah
      negara program vaksinasi tidak lagi dilakukan secara massal, itu karena kasus penyakit tersebut di sana sudah sangat jarang
      akibat membaiknya mutu gizi, sanitasi dan lingkungan.’

      ucapan Anda sendiri menyangkal fungsi ajaib vaksin, Tuan..

    • homosapiens
      December 27, 2012 at 9:23 pm

      memang FDA membolehkan rokok ya?? bis tolong di berikan sumbernya?

  3. Piyik PL93
    February 16, 2015 at 10:45 pm
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: