Home > Uncategorized > Dokter dan Dakwah, Berdiri di Atas Dua Sumpah

Dokter dan Dakwah, Berdiri di Atas Dua Sumpah

OLYMPUS DIGITAL CAMERAMenjadi dokter bukan perkara remeh karena sangat besar amanah yang harus dipikulnya. Amanah untuk menjaga nyawa manusia sesaat setelah sumpah diikrarkan atas nama Allah.

Lewat ilmu yang Allah berikan kepadanya, dokter dituntut untuk bertanggungjawab dihadapan Allah kelak.

Malam hari ketika harus bertugas di rumah sakit, dokter dituntut untuk siap memberikan pelayanan ketika pasien baru datang. Atau sekedar telfon dari bangsal rumah sakit untuk konsultasi mengenai keadaan pasien yang memburuk. Entah panas tinggi, kejang, muntah darah, sesak nafas dan lain sebagainya. Tidak jarang pula keluarga pasien meminta dokter yang  bersangkutan untuk datang menemui mereka, padahal tengah malam dan cuaca dingin karena disertai hujan, kemudian juga harus melewati koridor rumah sakit yang sepi sendirian. Kadang muncul perasaan marah, karena memang keadaan tersebut sangat tidak mengenakkan bagi dokter.

Terkadang ketika hendak makan telfon pun berdering, sedang shalat ditelfon, sedang di kamar mandi juga ditelfon. Kalau pas libur shift jaga malam, rasanya bebas sekali. Tidur terlelap tanpa perlu waspada. Hal yang masih membuat bimbang ketika ditelfon sedangkan posisi saat itu sendang shalat sunah. Kita tak tahu telfon tersebut akan menginformasikan apa. Pasien hanya panas, muntah, atau pasien gawat darurat yang harus mendapatkan penanganan segera?

Dokter setiap hari bertemu dengan bakteri dan virus di lingkungan rumah sakit. Jas putih yang terpapar langsung dengan pasien infeksius sebenarnya tak aman untuk dibawa pulang ke rumah. Orang-orang di rumah tidak perlu terpapar oleh bakteri dan virus yang kita bawa dari rumah sakit. Apalagi kalau di rumah ada balita yang masih imut yang mana system imun mereka belum sempurna betul.

Shift dokter yang cenderung berubah-ubah membuat agenda dakwah pun harus menyesuaikan. Sebentar, saya cut dulu. Apakah pembaca juga akan protes, “Mengapa dakwah yang harus menyesuaikan? Kenapa bukan aktivitas keseharian kita yang harus menyesuaikan dakwah? Dakwah harus menjadi poros, …….” Sengaja saya potong karena pasti panjang jika ditulis semua. Intinya banyak sekali yang mempermasalahkan hal ini. Apalagi ketika ada agenda dakwah di luar kota untuk sebuah momen tertentu. Sering sekali waktu yang diagendakan mepet dan berbenturan dengan aktivitas dokter. Mangkir dari dakwah, tidak sungguh-sungguh dalam dakwah, lebih cenderung urursan pribadi ketimbang urusan umat dan kritikan pedas lainnya. Apakah pembaca juga berpendapat demikian?

Ketika dokter bertugas di RS, dokter tidak bisa meninggalkan RS meski hanya 2 jam. Kenapa? Karena amanah dokter tidak sama dengan pengusaha yang hanya jaga toko yang mana bisa dititipkan ke orang lain. Dokter juga berbeda dengan guru yang mana murid-muridnya bisa diberi tugas selama sang guru tidak bisa mengajar di kelas. Dokter bersentuhan dengan nyawa manusia yang mana otak hanya bertahan 3 menit ketika otak kekurangan oksigen.

Ketika dokter menjadi dai dengan amanah yang bejibun banyaknya, mereka terikat dua sumpah. Sumpah untuk berdakwah dan sumpah untuk menangani orang sakit. Semuanya menuntut kapanpun dan di manapun.

Hanya ingin berbagi🙂

Categories: Uncategorized
  1. h.a.
    December 14, 2012 at 7:18 pm

    Tumben isinya curhat🙂
    Sayangnya walaupun sesama pengemban dakwah, mereka blm tntu memahami aulawiyat scr utuh..
    Dihadapkan kasus berbenturan 2 kwjibn memang sbaiknya pilih yg mendesak. Dilema..
    Kalau disindir sprti cerita diatas, ya mau gak mau seorg yg brprofesi sbg praktisi kesehatan skaligus seorg pengmban dkwah harus bs `bermuka tebal`..😀

    • December 16, 2012 at 5:27 pm

      Ini siapa ya?🙂
      Ya biar nnti disindir lagi, ga perlu memendam. Tinggal bikin lagi untuk bagian ke-2 hehe😀 Klo yang nyindir butuh alasan, tinggal suruh baca aja.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: