Home > Uncategorized > Tanggapan Untuk Artikel “Karena Eliyas Bukanlah Ibas” (Part 1)

Tanggapan Untuk Artikel “Karena Eliyas Bukanlah Ibas” (Part 1)

peringatanSebuah tanggapan untuk tulisan Karena Eliyas Bukanlah Ibas

ARTIKEL
Karena ketika Eliyas berkeliling mencari rumah sakit yang mau merawat Dera, salah satu putri kembarnya yang baru dilahirkan secara cesar, lalu terkena gangguan pencernaan, tak ada satu rumah sakit yang bersedia merawatnya. Semua beralasan sama: kamar penuh atau peralatan tidak ada!

Tanggapan:
Klo memang kamar penuh dan alat tidak ada, lalu apa yang harus dilakukan dokter? Seperti klo qt di kamar kosong. Ada kelapa muda dan durian. Kita dituntut untuk membuka kedua buah itu. Tentunya tanpa alat karena alatnya sedang dipakai di dapur. Mau pinjam tetangga juga tetangga “full” alatnya sedang dipakai semua. Dan tentu saja kita harus secepatnya membuka kedua buah itu dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karena jika kita hanya diam, kita sama saja menunda-nunda pertolongan yang mana akan habis waktunya. Begitu pula dengan nyawa manusia. Tidak boleh ditunda-tunda. Maka harus segera di rujuk.

ARTIKEL
Saya tidak menuduh, tapi berandai-andai, seandainya yang mengajukan perawatan anak itu adalah seorang Ibas, yang bapaknya presiden RI, mertuanya adalah menteri, parpolnya adalah parpol berkuasa, dia sendiri anggota DPR RI, akan adakah penolakan tersebut? Akankah pihak rumah sakit mengatakan ‘maaf, Pak, semua kamar penuh!’ Lalu membiarkan Ibas menggendong anaknya sendiri seperti Eliyas?

Tanggapan:
Saya juga berandai-andai. Mungkin saja cucu SBY akan diterbangkan ke bandung, semarang, surabaya, medan atau bahkan ke singapore maupun kuala lumpur.

ARTIKEL
Bisa jadi rumah sakit yang menolak Eliyas adalah benar. Kamar penuh dan peralatan tidak ada karena memang tidak cukup investasi yang diberikan pemerintah untuk membangun rumah sakit menjadi lebih besar. Padahal kesehatan dan penyakit adalah sesuatu yang sulit ditebak. Bisa seketika pasien membludak.

Tanggapan:
Klo Khilafah sudah sejahtera, untuk apa bikin ICU, ICCU, NICU, PICU ya?

ARTIKEL
Maka di alam demokrasi ini, kesehatan masih menjadi barang mewah untuk sebagian saudara-saudara kita. Bagi orang kaya, mereka bukan saja bisa keluar-masuk rumah sakit mewah mana saja, kesehatan mereka pun sudah diasuransikan. No worries.

Tanggapan:
Orang kaya jarang sakit. Hal ini terkait imunitas dan makanan. Kurangnya gizi atau makanan-makanan yang tidak sehat krn pemerintah yg tak tegas menyebabkan banyak penyakit bermunculan. Kurangnya asupan nutirisi menyebabkan ibu hamil melahirkan bayi-bayi premature. Paparan radiasi, CO dan lain sebagainya yang mempengaruhi mutasi sel.

ARTIKEL
Jadi tidak udah galau dengan kemalangan yang menimpa Eliyas. Itu akan terus terjadi di alam demokrasi yang mendewakan uang dan pamor. Bila anda mencintai demokrasi maka anda harus menerima kapitalisme. Bila anda seperti demikian maka mulailah membiasakan diri menyaksikan orang-orang miskin mati karena tak mampu membayar biaya perawatan rumah sakit dan tak bisa menebus obat.

Tanggapan:
Faktanya tidak semua negara demokrasi demikian🙂

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: