Home > Uncategorized > Benarkah Ilmu Kedokteran Fardhu Kifayah Bagi Dokter?

Benarkah Ilmu Kedokteran Fardhu Kifayah Bagi Dokter?

stetoskopMasih mendengar selentingan bahwa dakwah haruslah menjadi poros, dan ilmu syariat lebih utama daripada ilmu kedokteran. Tertinggal ilmu kedokteran tidak menjadi masalah, yang penting mengkaji Islam tidak boleh diduakan. Utamakan belajar syariah baru kemudian ilmu kedokteran. Benarkah demikian? Seharusnya seorang pejuang Khilafah menjadi seorang pemikir di atas rata-rata pemikir. Para musyrif/musyrifah adalah guru bagi para pemikir. Kita semua guru seorang pemikir, bukan guru para muqallid. Hati-hatilah ketika kita berpendapat dan menyampaikannya ke orang lain karena dampaknya akan sangat besar bagi keberlangsungan umat dan Islam itu sendiri. Tulisan ini tidak ditujukan kepada siapa-siapa, tetapi untuk semua yang membaca tulisan ini sebagai bahan renungan kita bersama guna memecahkan misteri fardhu kifayah.

Jika mempelajari ilmu kedokteran mutlak fardu kifayah, sementara ilmu kedokteran itu sangat memerlukan pengembangan teori, maka akan berdampak ketertinggalannya para dokter muslim dan peneliti muslim dari dokter-dokter asing. Ketika ilmu kedokteran di Barat terus update sekitar 3-5 tahun sekali, sementara dokter-dokter muslim merasa cukup dengan ilmunya dan meyakini bahwa ilmu kedokteran hanya fardu kifayah karena itulah yang diajarkan oleh guru/mussyrif/musyrifahnya, apa dampaknya? Nyawa siapa yang akan dikorbankan? Siapa yang bertanggungjawab ketika para dokter berkeyakinan demikian? Tentu saja guru yang mangajari tsaqafah Islam kepadanya.

Ketika dokter-dokter Barat sudah update terus menerus untuk merevisi teori-teori kedokteran sementara dokter-dokter muslim masih berdakwah bahwa hanya ilmu agama yang fardhu ain dan ilmu kedokteran cukup dipelajari oleh sebagian orang saja, maka kewajiban untuk update ilmu kedokteran sudah gugur. Apakah betul begini syariah menghukuminya?

Ketika penggolongan hipertensi hampir memasuki JNC 8, semantara saat dia (dokter-dokter muslim) belajar pertama kali menggunakan JNC 4, maka maklumat resmi Khilafah menggunakan patokan JNC 4 karena Khilafah dalam pemerintahan dipegang oleh orang-orang yang berkeyakinan kedokteran fardhu kifayah, apa kata dunia?

Ketika dokter-dokter asing sudah membuat revisi penatalaksanaan hipertensi dalam kehamilan update 2010, sementara dokter-dokter muslim masih menggunakan update 2006 karena berkeyakinan ilmu kedokteran fardu kifayah sehingga tidak perlu lagi mempelajarinya, apa kata dunia?

Ketika dokter-dokter asing dalam American Heart Association sudah meramu ilmu advance cardiac life support dengan CAB update 2010, sementara dokter-dokter muslim masih menggunakan ABC saja karena sekali lagi berkeyakinan ilmu kedokteran fardu kifayah sehingga tidak perlu lagi mempelajarinya. Yang salah siapa? Islam atau gurunya?

Ketika Barat dalam American Heart Association meramu CPR 30:2, dokter-dokter muslim masih menggunakan CPR 15:2 karena lagi-lagi berkeyakinan ilmu kedokteran fardu kifayah sehingga tidak perlu lagi mempelajarinya. Apa dampaknya bagi umat? Inikah sumber daya manusia yang diinginkan Khilafah mendatang?

Masih banyak lagi ilmu kedokteran yang telah update, bahkan saya sendiri tertinggal jauh. Kalau mendalami ilmu penyakit dalam bisa jadi fardhu kifayah bagi dokter umum, namun fardhu ‘ain bagi spesialis penyakit dalam. Mendalami penyakit endokrin bagi dokter spesialis penyakit dalam bisa jadi fardhu kifayah tetapi fardhu ‘ain bagi dokter spesialis penyakit dalam sub endokrin.

Saya merasa ilmu kedokteran tak sesederhana ilmu memasak. Dari dulu yang namanya bikin nasi dari zaman saya TK sampai saya jadi dokter belum ada revisi dari asosiasi koki di belahan negeri manapun. Sehingga ketika kita menganalogikan ilmu kedokteran dengan ilmu-ilmu sains yang lain harus lebih cerdas dalam memilah-milahnya. Mohon pencerahan dari para asatidz untuk memberikan pencerahan kepada saya dalam hal ini. Koreksi jika saya salah. Mari belajar… ^^

Bogor, 30 Juli 2013

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: