Home > Medical > Efek Sedatif Midazolam VS Diazepam

Efek Sedatif Midazolam VS Diazepam

midazolamKalbemed.com – Suatu studi telah dilakukan untuk menilai dan membandingkan perubahan perilaku dan efek teknik sedatif pada pasien gigi anak menggunakan midazolam oral, midazolam intravena, dan diazepam oral sebagai obat sedatif. Studi tersebut merupakan studi acak, tersamar tripel dan dengan kontrol pada 40 pasien berusia 2-10 tahun, yang menunjukkan perilaku negatif definitif. Pasien secara acak dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I mendapat midazolam 0,5 mg/kg oral, kelompok II mendapat 0,5 mg/kg diazepam oral, kelompok III mendapat 0,06 mg/kg midazolam intravena dan kelompok IV mendapat plasebo oral. Perubahan perilaku (tidur, menangis, gerakan, dan perilaku keseluruhan), dan efek teknik sedatif pada pasien anak dinilai.

Hasilnya menunjukkan bahwa semua pasien pada kelompok midazolam intravena secara bermakna lebih baik dalam perilaku pasca-pemberian seperti tidur, menangis, dan gerakan. Semua skor perilaku untuk pasien kelompok 3 secara bermakna lebih baik dibanding ketiga kelompok lainnya (p<0,001). Skor perilaku positif pada kelompok midazolam intravena secara bermakna lebih tinggi dibanding kelompok diazepam oral (p<0,05).

Kelompok plasebo menunjukkan perilaku negatif yang paling tinggi. Efek sedatif midazolam oral dan diazepam oral sebanding, yang mana midazolam intravena menghasilkan sedasi yang lebih tinggi. Ansiolisis lebih besar pada kelompok midazolam dibanding dengan kelompok diazepam. Perubahan positif paling besar ditemukan pada kelompok midazolam dibandingkan dengan kelompok diazepam.

Sebelumnya juga telah dilakukan studi yang membandingkan efektivitas diazepam oral dan midazolam oral pada pasien autistik yang mendapat sedasi selama terapi dental. Regimen terapi terdiri dari inhalasi N2O/O2 bersama dengan pemberian oral diazepam 0,3 mg/kg atau midazolam 0,5 mg/kg dalam studi cross-over dengan subjek 13 anak berusia 5,8-14,7 tahun. Obat digolongkan efektif jika >70% pasien dinyatakan “berhasil” dalam 3 kriteria perilaku: tidur, gerakan tubuh, dan perilaku menangis.

Hasilnya menunjukkan bahwa untuk perilaku tidur, midazolam secara bermakna lebih efektif dibanding diazepam karena durasi stimulasi meningkat (p<0,05). Untuk gerakan tubuh dan perilaku menangis, midazolam juga terbukti secara bermakna lebih efektif sejak mulai terapi melewati masing-masing 35 dan 40 petanda (p<0,05). Menurut kriteria penilaian perilaku, diazepam digolongkan 77% berhasil, dan midazolam 100% berhasil (p=0,02).

Dari hasil studi tersebut disimpulkan bahwa diazepam dan midazolam menunjukkan sebagai obat sedatif yang efektif, berhasil, dan aman digunakan untuk sedasi pasien autistik pada terapi dental. Midazolam secara bermakna lebih efektif dibanding diazepam dalam bagian prosedur dengan peningkatan stimulasi.

Referensi
1.Tyagi P, Tyagi S, Jain A. Sedative effects of oral midazolam, intravenous midazolam and oral diazepam in the dental treatment of children. J Clin Pediatr Dent. 2013;37(3):301-5.
2.Pisalchaiyong T, Trairatvorakul C, Jirakijja J, Yuktarnonda W. Comparison of the effectiveness of oral diazepam and midazolam for the sedation of autistic patients during dental treatment. Pediatr Dent. 2005;27(3):198-206.

Sumber : http://www.kalbemed.com/News/tabid/229/id/7951/categoryId/113/Efek-Sedatif-Midazolam-vs-Diazepam.aspx

Categories: Medical
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: