Home > Uncategorized > Ketika Program Internsip Masih Setengah Matang

Ketika Program Internsip Masih Setengah Matang

dokter globalMencoba menceritakan kisah dokter intersip yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah dari segi dana dan terlalu banyaknya tuntutan untuk meyelesaikan tugas.

Jadi dokter itu harus belajar hemat. Dokter baru harus keluar biaya lagi lho buat ngurus surat rekomendasi IDI. Ada iuran anggota IDI setahun, dan dana yang tak akrab di telinga saya😀 Dana apaan itu dan buat apa saya juga ga tau😀 Saya kasih tau neh, klo dokter kayak sapi perah. Diperah terus kerjaannya. Bahkan dokter baru yang masih “polos”, hah polos? Iya polos saku dan dompetnya hehe… masih juga dihadang dengan biaya-biaya. Jadi kita memang kudu berhemat. Iya, HEMAT.

Eh, sudah dulu cerita pengantarnya. Sekarang kita lanjut bahas internsip🙂

Semua dokter baru menunggu pengumuman penempatan internsip. Emang ya dari dulu kerjaan kita menunggu, menunggu, menunggu… Umur terpakai sekedar untuk menunggu😀 Sampai akhirnya penempatan internsip muncul dan kita pun harus kembali menunggu😀 Menunggu apalagi? Ya betul. Menunggu panggilan buat pembekalan di Dinas Kesehatan Propinsi. Di dinkes propinsi para dokter baru dari Jawa Tengah dan DIY dikumpulkan dan diberikan pengarahan tentang internsip. Setelah itu? Ya menunggu lagi😀 Menunggu tanggal penempatan di wahana yang telah ditunjuk.

kelas ibu legokkalongPara dokter yang belum pernah merasakan program internsip tidak tahu kalo kami punya tugas layaknya mahasiswa😀 Ini fakta lho.. Klo dokter yang sudah senior aja belum tahu, bagaimana dengan orang dari kalangan non medis? Ya lebih ga tau lagi pastinya dong. Beberapa dokter yang ada di RS maupun di puskesmas kaget dengan tugas-tugas dokter intersip. Kok kaget? Ya kagetlah. Karena internsip itu bisa dibilang koass sesi ke-2😀 Ada tugas-tugas disela-sela jaga IGD dan bangsal. Tugas? Iya betul. Tugas!😀 Sebelum bahas tugas-tugas bejibun yang menurut kami kurang bijak klo dibebenakan kepada dokter internsip dengan gaji yang dibawah UMR, kita kenalan dulu dengan dokter internsip. Mari silahkan…

Dokter internsip adalah dokter baru lulus yang harus mengikuti program pemerintah guna pemahiran skill. Alasannya cukup bagus, pemahiran skill. Namun saya pernah mendengar berita di salah satu media klo dokter internsip itu bertujuan untuk pemerataan dokter di daerah yang kurang dilirik dokter-dokter. Masih bisa dimaklumi klo uang transport dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) cukup buat sehari-hari. Tapi masalahnya dana buat bikin tugas tidak disediakan😀 Pemerintah suka banget bercanda😀

Ada info lagi dari media yang bikin kami sakit hati klo mendengar berita yang satu ini😀 Apa beritanya? Penasaran banget sih bacanya😀 begini, ada informasi dari media yang menginformasikan klo dokter internsip ditempatkan di daerah-sampel untuk biofarmadaerah karena pemerintah kurang dana untuk membayar dokter. Glek.. rasanya sakiiiit banget banget banget :D  Klo Negara kurang dana, terus kami yang dikorbankan buat kerja tanpa reward yang layak. Pemerintah kelewatan bercandanya!😀 Selain itu, kami juga ga dapet jaminan kesehatan. Klo sakit ya berobat sendiri. Bahkan suplemen vitamin pun harus beli ditanggung sendiri. Padahal gajinya?😀 Usut punya usut, sejawat senior yang tidak sepakat dengan program internsip menginformasikan kepada kami klo pembuat kebijakan tersebut ternyata tidak ada satu pun anaknya yang sekolah di fakultas kedokteran. Gimana kalo dapat kabar begini? Berasa banget kan?😀

Ada singkatan yang cukup mewakili kondisi kami. Bantuan Hidup Dasar yang disingkat BHD. Sebenernya istilah BHD digunakan pada dunia medis untuk kondisi yang mengancam nyawa atau keadaan  kegawat daruratan medis. Mirip ga dengan kondisi dokter internsip?😀 Mirip kan? Sama-sama dalam kondisi gawat darurat😀 Bantuan Hidup Dasar atau sering disingkat BHD digunakan untuk menyebut gaji dokter internsip karena memang minimnya gaji yang kami terima. Ngenes😀😀😀 Asal tau aja, dokter internsip juga harus dibebani tugas-tugas yang memerlukan dana. Bikin leaflet butuh dana, bikin portofolio butuh dana, bikin mini project yang mirip bikin skripsi, juga butuh dana. Dari mana kami harus memenuhi semua dana itu?😀 Ya betul sekali! Ga usah diketik deh ya.. Malu-maluin😀

Ada sindrom tersendiri bagi para dokter internsip. Sindrom itu muncul hampir setiap saat baca status media social. Sudah menjadi kebiasaan bagi para dokter internsip klo baru saja dapat transferan dari kemenkes. Langsung deh update status, “BHD turun”, “BHD sudah keluar” sambil ditambahi emot senang, menari-nari dan lain sebagainya😀 Wajar sih klo BHD turun para dokter internsip seneng banget. Maklum 3 bulan sekali baru digaji😀 Lamanya BHD turun, kadang ucapan temen-temen HBD terhadap teman yang lain baik di status facebook, twitter, bahkan status BB hampir selalu terbaca BHD haha😀 Asli lho! Klo gak sengaja baca BHD langsung deh saya baca ulang secara pelan. Sebentar-sebentar, pasti salah baca (gumam dalam hati). Ooh.. HBD. Tuh kan bener salah baca😀😀😀

Jadi berapa neh gaji dokter internsip sebenernya? Sampai malu saya nyebutinnya😀 Pokoknya dibawah UMR buruh lah. Buruh itu gajinya lebih gede dari kami dan gak ada tugas bikin penyuluhan, penelitian, bikin portofolio, dan gak meriksa pasien. Tidur malam juga bisa nyenyak. Dokter internsip? Klo jaga malam di IGD ya ga bisa tidur nyenyak. Pilih mana mau jadi buruh apa jadi dokter? Dokter internsip itu dokter yang menjadi buruh😀 parah memang😀 Buruh berprofesi dokter sepertinya lebih pas untuk mengumpamakan nasib dokter internsip😀

Beginilah derita dokter internsip. Gak boleh buka praktek di tempat lain padahal gaji yang diberikan pemerintah cuma cukup buat hidup, transportasi PP dan bikin tugas-tugas. Kos-kosan bayar pake apa? Ya terpaksa…😀 Saya ngontrak rumah berdua dengan teman saya seharga 5 juta untuk satu tahun. Uangnya?😀 Sudah deh ya jangan bahas uang lagi nanti diketawain lagi😀 Kami itu digaji bulan ke-4 lho.. Misal gini, kami mulai internsip bulan mei, gaji kita baru keluar pertengahan bulan agustus. Gaji 3 bulan dirapel. Ngenes? Memang😀 Lebih ngenes lagi kalo uang gaji kami selama 3 bulan digunakan hanya untuk bayar hutang😀 Jadi kita gajian buat bayar hutang. Hari itu juga pas gajian hutang lunas! Tapi ingat, hari itu juga bisa-bisa kita ga pegang uang lagi😀😀😀

Klo supir bus gak punya SIM ditilang dendanya berapa? Klo dokter ga punya SIP ditilang berapa? Memang Negara ini sangat ga adil. Supir bus maupun dokter sama-sama dipercaya menjaga nyawa manusia. Tapi busway gajinya 7 juta. posyandu wanasariDokter intersip?😀 Ga nyampe 20% dari gaji supir busway lho.. Bikin SIM itu gampang. Bikin SIP banyak persyaratan. Surat Ijin Praktek (SIP) belum jadi secara logika kan belum bekerja. Klo belum bekerja berarti belum punya penghasilan. Betul kan ya? Tapi bikin SIP itu harus bayar iuran anggota IDI dulu selama 1 tahun, kemudian bikin surat rekomendasi IDI bayar lagi. Belum kerja saldo sudah deficit. Sudah jadi dokter, masih harus ngutang😀 Klo gak ngutang ya minta ke …😀 Minta ke ortu maksudnya? Malu-maluin memang😀

Awal pertemuan di dinkes propinsi Jateng di Semarang untuk pembekalan internsip, kami dapat uang saku dan transport dengan total 455 ribu. Seneng banget😀 Tapi kesenangan itu segera sirna ketika kami ngurus SIP. Bayar keanggotaan IDI, bayar iuran lain-lain dan berapakah totalnya? Totalnya 450ribu😀 Uang dari dinkes propinsi hanya sisa 5 ribu. Buat bensin aja kagak nyukup😀 Haduuh… lemes deh saya dikerjain sama pemerintah. Bercandanya kok ya ga berhenti-berhenti.

Dari tadi ngeluh gaji terus. Sebenernya tugas dokter internsip itu apaan sih? Iya, iya, bentar. Ini lagi saya siapin nulisnya😀 Yuk mari kita lanjutkan..

Selama internsip 1 tahun yang terdiri dari 4 bulan di Puskesmas dan 8 bulan di RSUD kita diberi tugas layaknya mahasiswa dengan didampingi oleh 2 pendamping dari dokter umum yang sebelumnya telah ditraining oleh panitia internsip. 1 dokter pendamping di puskesmas dan 1 dokter pendamping di RS. Kayak koass banget kan?😀 Kita tu ibarat dokter yang bekerja tetapi diikat ekornya. Eh, maksudnya dibatasi wewenangnya hehe🙂 Ini kan hampir Idul Qurban, pasti dong sering ngeliat kambing atau sapi di halaman masjid. Coba perhatikan, mereka baru melangkah beberapa langkah eh terseret deh oleh tali yang melingkar di lehernya. Jadi gak bisa ke mana-mana. Seperti itulah dokter internsip. Sudah jadi dokter, tapi masih dibatasi wewenangnya. Ga boleh praktek pribadi, ga boleh praktek di klinik, dan sebagainya. Pokoknya gak boleh praktek di selain 2 wahana yang ditetapkan oleh pusat. Klo ditetapkan di RS A dan Puskesmas A ya gak boleh praktek diselain RS dan Puskesmas tersebut. Padahal dokter internsip itu sudah sumpah dokter, sudah dapet ijazah dan lafadz sumpah, tapi gak boleh bikin SIP buat praktek pribadi karena Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) cuma berlaku sementara (hanya 1 tahun), dan STR itu ditahan di dinkes daerah untuk menerbitkan SIP sementara. Saya dari awal internsip sampai selesai internsip, bahkan sampai sekarang belum lihat STR sementara saya. Parah-parah..😀

Tugas UKM PuskesmasKlo ada pembaca yang ga pernah mengalami menjadi dokter internsip, mungkin kami dibilang mengada-ada. Jadi dokter tapi dibebani tugas layaknya mahasiswa. Masa sih? Oke, akan saya sebutkan tugas-tugas kami selama menjadi dokter internsip. Sekalian saya kasih bonus foto-foto tugas kami🙂 Kami di Puskesmas diberi 7 tugas Usaha kesehatan Masyarakat (UKM) dan 2 tugas portofolio. Tugas dipuskesmas itu menekankan kepada kesehatan masyarakat. Pernah denger anggota dewan minta agar fasilitas NICU harus ada di setiap puskesmas? Menggelikan bukan😀😀😀 Puskesmas kok mau diajak bersaing dengan RS😀 Biasalah anggota dewan cari muka. Puskesmas itu kan fokusnya bukan itu. Sudah, sudah.. jangan gosipin anggota dewan nanti dosa😀 Mari kita lanjutkan cerita tentang tugas dokter internsip di Puskesmas. Tugas dokter internsip di puskesmas itu meliputi Usaha kesehatan Masyarakat (UKM). Begini rinciannya:

  1. Promosi Kesehatan, contohnya ngadain penyuluhan bahaya merokok.
  2. Kesehatan Lingkungan contohnya ngadain penyuluhan PSN.
  3. KIA/KB contohnya ngadain penyuluhan tentang imunisasi.
  4. Gizi, contohnya ngadain penyuluhan tentang gizi dan KMS.
  5. P2M/TM, contohnya ngadain home visite.
  6. Pengobatan dasar, contohnya ngadain survey tentang keracunan massal
  7. Mini project : Kelas Ibu Hamil😀

posyandu kuluItulah ke-7 tugas-tugas kami. Contoh-contoh penyuluhan yang saya sebutkan di atas adalah perlakuan yang saya lakukan di masyarakat tempat saya internsip. Setiap dokter internsip punya materi penyuluhan tersendiri. Oiya, selain 7 tugas tadi, kita juga harus buat portofolio. Kayak CBD waktu koass kan?😀 Dokter internsip ooh dokter internsip. Nasibmu..😀

Klo tugas-tugas dokter internsip di RSUD?

Tugas di RS gak kalah bikin ngelus dada😀 Selain kita sebagai dokter jaga IGD, dokter ruangan atau bangsal, dokter yang sewaktu-waktu ke ICU, kita juga ada tugas membuat 5 portofolio dan mempresentasikan ke-5 portofolionya😀 Luar biasa kan😀 Bener-bener dah ini koass jilid 2. Selain 5 laporan kasus, kita juga diberi tugas Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) yaitu mengumpulkan data pasien, diagnose dan terapi pasien sebanyak 400 kasus. Dahsyat bukan😀 400 pasien dengan prosentasi yang beragam. Setiap karakteristik pasien harus sesuai dengan prosentase yang telah ditetapkan oleh Komisi Dokter Internsip Indonesia (KIDI) di buku borang dokter internsip. Saya lupa berapa prosentase setiap itemnya. Item-itemnya meliputi :

Tugas UKP 400 KasusBayi  … %
Dewasa … %
Lansia … %
Laki … %
Wanita … %
Kasus medik … %
Kasus Bedah … %
Kasus kegawat daruratan … %
Kejiwaaan … %
Medikolegal … %
Total jumlah kasus 400 orang.

Selain tugas-tugas di atas, dokter internsip juga punya penilaian lagi yang berkaiatan dengan kedisiplinan, partisipasi, tanggungjawab, kerjasama, kepribadian dan lain sebagainya. Semua itu dinilai oleh dokter pendamping. Bagus sih klo yang ini. Tapi klo yang tugas-tugas di atas itu lho bikin…😀😀😀

Sebelum menjalani sebagai dokter intersip aja sudah dibikin ngeri. Gimana gak ngeri klo tugasnya sebanyak itu dan dibuat prosentase? Klo selama kita internsip ga ketemu pasien jiwa gimana? Klo ga ketemu kasus medikolegal gimana? Rumit, njelimet dan bikin vertigo😀

IGD RSIA Assalam
Bogor, 25 September 2013

Categories: Uncategorized
  1. putra
    March 28, 2014 at 1:05 pm

    penulisannya terlalu dekat antar kalimat jadi gak nyaman bacanya

    • March 28, 2014 at 1:58 pm

      Di layar monitor saya tidak dekat antar kalimat kok🙂

  2. Melisa
    March 30, 2014 at 9:29 am

    Halo rekan sejawat yang senasib hehe terima kasih tulisannya sangat membantu, untuk menjelaskan apa itu dokter internship hehr

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: