Home > Notes > Syiah Bukan Islam atau Syiah Bukan Ahlussunnah?

Syiah Bukan Islam atau Syiah Bukan Ahlussunnah?

Kemarin lusa, tepatnya hari sabtu siang, saya mendengarkan ceramah seorang ustadz di Madina FM yang mengatakan, “Kalau syiah saja, itu ringan. Tapi kalau syiah rafidhah, syiah yang menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai nabi, sebagai Tuhan, maka kafir”

Sudah kita ketahui bahwa selama ini slogan “Syiah Bukan Islam” dipopulerkan oleh teman-teman salafi-wahabi. Ternyata ada juga ustadz dari kalangan salafi-wahabi yang tidak terjebak dengan slogan itu. Alhamdulillah.. Mengapa demikian?

Kita dudukkan masalah syiah di sini. Syiah merupakan madzhab fiqih yang membicarakan seputar imamah pengganti Rasulullah shallallahu alaihi wassalam semenjak beliau wafat. Madzhab syiah berkeyakinan bahwa pengganti kepemimpinan selepas wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam harus Ali bin Abi Thalib. Bukan Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan juga Utsman bin Affan. Sementara madzhab Ahlussunnah sepakat akan sahnya Abu Bakar untuk menjadi pemimpin umat Islam (khalifah).

Syiah yang berkeyakinan bahwa lebih afdhal kalau pengganti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam adalah Ali bin Abi Thalib masih dianggap bagian dari kaum muslimin. Mereka masih tetap menyatakan sahnya kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khaththab dan Utsman bin Affan. Hanya saja kurang afdhal menurut mereka.

Sementara ada syiah yang berpendapat bahwa malaikat jibril salah menyampaikan wahyu, sehingga yang seharusnya diangkat nabi bukanlah Muhammad bin Abdullah tetapi Ali bin Abi Thalib, selain itu ada yang lebih ekstrim lagi yaitu sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib. Maka bagi mereka yang berkeyakinan demikian para ulama telah mengkafirkan.

Dengan demikian kita tahu bahwa memang ada syiah yang keterlaluan sehingga dianggap kafir. Seperti halnya syiah nushairiyah yang dianut presiden Suriah Bashar Assad. Tetapi juga ada syiah yang masih menjadi bagian dari kaum muslimin, seperti syiah zaidiyah. Ada pula syiah Imamiyah Itsna Asyariyah yang sesat tetapi belum sampai dikafirkan. Maka sebenarnya slogan “Syiah Bukan Islam” tidak tepat. Kalau “Syiah Bukan Ahlussunnah” maka memang demikian adanya.

Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam bersabda : ’’Siapapun yang mengatakan kepada saudaranya: ’Hai kafir’, maka salah satu dari keduanya telah pantas menyandang sebutan tersebut. Jika tuduhannya itu tepat, (berarti kafirlah orang yang dituduh itu). Akan tetapi, jika tidak demikian, niscaya tuduhan itu akan kembali kepada dirinya.’’ (HR. Muslim)

Hati-hatilah dalam melabeli kaum muslimin, karena dampaknya sungguh besar. Kampanye ‪#‎SyiahBukanIslam‬ terlalu berisiko, maka ‪#‎SyiahBukanAhlussunnah‬ lebih aman.

1 Februari 2016

Categories: Notes
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: